BOJONEGORO || – Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Pacal Tahap II di Kabupaten Bojonegoro yang dikerjakan oleh PT JET mengalami keterlambatan penyelesaian.
Proyek dengan nilai Rp47,5 miliar ini merupakan bagian dari total anggaran sekitar Rp103 miliar dalam program rehabilitasi irigasi yang berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Pekerjaan difokuskan pada perbaikan saluran sepanjang kurang lebih 4,5 hingga 4,9 kilometer yang mengairi sekitar 2.896,5 hektar lahan pertanian.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini menggunakan metode lining precast dan pasangan batu guna meningkatkan efisiensi distribusi air serta mendukung ketahanan pangan.
Adapun ruang lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi saluran primer, pengerukan sedimen, serta perbaikan lining yang rusak, khususnya pada titik-titik yang mengalami pendangkalan.
Berdasarkan laporan progres per November 2025, capaian pekerjaan paket II baru menyentuh sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
Namun hingga April 2026, progres pekerjaan belum juga mencapai 90 persen, sehingga proyek ini dipastikan mengalami keterlambatan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat proyek tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi air dari Bendungan Pacal dan Bendungan Gongseng.
Rehabilitasi ini dinilai krusial untuk mengembalikan fungsi irigasi secara optimal, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), serta mendongkrak produktivitas petani di wilayah hilir Bengawan Solo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan proyek tersebut.
RED//LNN
#Bojonegoro