Blora 24 maret 2026 LNN - Plt Sekretaris DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Agus Listiyono mengakui menggunakan mobil dinas berpelat warna merah bernomor polisi K 28 E ke luar daerah saat momentum Lebaran.
"Saya minta maaf atas hal itu. Saya sendiri yang membawa mobil itu," ujar Agus.
Agus menjelaskan penggunaan kendaraan dinas itu berlangsung pada Sabtu (21/3). Pagi harinya, sekitar pukul 10.00 WIB, pihaknya melakukan silaturahmi ke kediaman Bupati Blora Arief Rohman.
Setelah itu, sekitar pukul 11.00 WIB, Agus melanjutkan perjalanan ke rumah orang tuanya di Kecamatan Kunduran, Blora. Sedangkan sore harinya sekitar pukul 15.30 WIB, dia berangkat dari Kunduran menuju Sragen untuk bersilaturahmi ke rumah mertuanya.
Ia menempuh perjalanan melalui jalur Kuwu, Wirosari, Kabupaten Grobogan.
Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, kendaraan dinas tersebut diperkirakan melintas di kawasan Jalan Raya Tangen, Sragen, dan sempat terekam, kemudian fotonya beredar di media sosial.
"Selepas dari orang tua di Kunduran, saya ke mertua di Sragen untuk silaturahmi Lebaran," ujarnya.
Agus mengetahui adanya Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengendalian dan Pencegahan Gratifikasi, yang antara lain mengingatkan agar fasilitas negara tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
Namun, dia mengaku kurang cermat dalam memahami dan menerapkan aturan tersebut.
"Saya tahu ada surat dari KPK itu dan saya merasa bersalah karena tidak cermat memahaminya," ujarnya.
Sebelumnya, mobil dinas tersebut menjadi perhatian warganet setelah fotonya beredar luas di media sosial.
"Dinten niki Sabtu 21 maret 2026, wonten mobil dinas plat nomer K 28 E terpantau jalan² didaerah Sragen. Mbok.an pak bupati saget nertibke mobil dinas tersebut sesuai kalian Peraturan Menteri PAN No. PER/87/M.PAN/8/2005 ("kendaraan operasional hanya untuk menunjang tugas pokok dan fungsi, bukan kepentingan pribadi.") lan Surat Edaran KPK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengendalian dan Pencegahan Gratifikasi terkait Hari Raya supados mboten diagem kangge kepentingan pribadi, napa pejabat.e sek ngagem niku rai gedhek nggih?," tulis warganet.
Red: