BOJONEGORO – Langkah besar kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengangkat derajat para pejuang sosial keagamaan di tingkat akar rumput. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.007 modin perempuan resmi menerima insentif sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka yang selama ini bekerja dalam senyap namun berdampak besar bagi masyarakat.
Program ini bukan sekadar bantuan biasa. Ini adalah apresiasi kolosal—simbol pengakuan bahwa peran modin perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah garda terdepan dalam urusan sosial dan keagamaan:
dari membantu administrasi keagamaan, mendampingi kegiatan warga, hingga menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Setiap penerima mendapatkan insentif sebesar Rp300 ribu, dengan nominal bersih sekitar Rp285 ribu setelah pajak. Dana ini disalurkan langsung sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan mereka. �
Pemkab Bojonegoro
Lebih dari sekadar angka, kebijakan ini membawa pesan kuat:
bahwa pengabdian tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan dihargai secara nyata oleh pemerintah.
Kepala Bagian Kesra menegaskan bahwa perhatian terhadap modin perempuan akan terus menjadi prioritas. Mereka dinilai sebagai pilar penting dalam menjaga nilai religi dan sosial, yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Pemkab Bojonegoro
Program ini juga diharapkan mampu:
Meningkatkan semangat pengabdian para modin
Memperkuat peran perempuan dalam pelayanan sosial
Menjaga stabilitas dan kerukunan masyarakat desa
Gelombang apresiasi ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana: menghargai mereka yang selama ini bekerja tanpa sorotan.
Di tengah derasnya tantangan sosial, para modin perempuan kini tak lagi berjalan sendiri—mereka berdiri dengan dukungan nyata dari pemerintah, membawa harapan baru bagi masa depan pelayanan masyarakat yang lebih humanis dan berkeadilan.
Red: LNN