LINTANG NUSANTARA NEWS

Diduga Asal Jadi, Proyek BKKD Desa Klino Disorot Warga, Camat: Tunggu Hasil Inspektorat

Bojonegoro – Proyek pembangunan BKKD di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan dari masyarakat. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp2,6 miliar tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan terkesan asal-asalan.
Sejumlah warga menilai kualitas pekerjaan belum maksimal.
 Beberapa bagian bangunan terlihat belum rapi dan dinilai tidak mencerminkan proyek dengan anggaran besar.
“Kalau dilihat, hasilnya kurang maksimal. Seharusnya dengan anggaran sebesar itu, kualitasnya lebih baik,” ujar salah satu warga.
Selain kualitas, progres pekerjaan juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang beredar, anggaran proyek disebut telah dicairkan hingga 80 persen. Namun kondisi di lapangan menunjukkan progres fisik masih jauh dari harapan.
Menanggapi hal tersebut, Camat Sekar, Ady Santoso, S.STP, menyampaikan bahwa proyek tersebut telah melalui proses monitoring dan evaluasi (monev) oleh Inspektorat.

“Beberapa waktu lalu, sudah ada monev/pemeriksaan dari Inspektorat. Saat ini masih menunggu hasil dari Inspektorat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan, progres pembangunan memang belum tinggi.
“Untuk progres pembangunan, pada waktu monev/pemeriksaan, progres pembangunan masih sekitar 35 persen,” tambahnya.

Dengan adanya pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil resmi dari Inspektorat. Warga juga berharap ada transparansi serta tindak lanjut yang jelas apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek.

Hingga saat ini, pihak pelaksana proyek maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Masyarakat meminta agar pengawasan terus diperketat guna memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan keuangan negara.

Redaksi:LNN
Lebih baru Lebih lama