Breaking News
NavoraNews.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Proyek Jembatan BKKD Desa Semenpinggir Disebut Disidak Komisi D, Ternyata Tidak Benar


BOJONEGORO – LNNEWS | Senin, 5 Mei 2026 Kabar mengenai adanya inspeksi mendadak (sidak) oleh Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro terhadap proyek pembangunan jembatan di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, dipastikan tidak benar atau hoaks.

Informasi yang sempat beredar sebelumnya menyebutkan bahwa Komisi D melakukan peninjauan langsung terhadap proyek tersebut. Namun, setelah dilakukan penelusuran, tidak ada kegiatan sidak resmi yang dilakukan oleh DPRD Komisi D di lokasi proyek.

Adapun proyek yang dimaksud merupakan pembangunan Jembatan Desa Semenpinggir yang bersumber dari program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp 3.179.172.000 dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Semenpinggir.

Saat ini, progres pembangunan masih berada pada tahap awal, khususnya pengerjaan fondasi dan struktur bawah. Di lapangan, terlihat penggunaan material bambu sebagai penyangga sementara dalam proses konstruksi, yang merupakan metode umum dalam pekerjaan betonisasi.

Kepala Desa Semenpinggir, Joko Fariyanto, menjelaskan bahwa keterlambatan pekerjaan yang terjadi bukan disebabkan oleh kelalaian, melainkan faktor alam. Ia menyebut debit air sungai yang berasal dari wilayah Pacal sering mengalami kenaikan dan penurunan secara tiba-tiba.

“Pekerjaan sempat terhambat karena kondisi air sungai yang tidak menentu. Hal ini menyulitkan pengerjaan fondasi, sehingga kami harus menyesuaikan jadwal demi menjaga keselamatan dan kualitas pekerjaan,” jelasnya.

Masyarakat desa berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah. Warga juga menekankan pentingnya kualitas bangunan agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, pihak TPK Desa Semenpinggir belum memberikan keterangan tambahan terkait teknis pelaksanaan secara rinci. Namun, dari pantauan di lapangan, pengerjaan dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

Dengan klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta memastikan kebenaran berita sebelum mempercayainya. Proyek jembatan tersebut tetap berjalan sesuai tahapan yang direncanakan tanpa adanya sidak dari Komisi D DPRD //Red

Lebih baru Lebih lama