Blora — Polemik penggunaan mobil dinas (mobdin) kembali mencuat di tengah suasana Lebaran 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Blora menjadi sorotan publik setelah diketahui menggunakan kendaraan berpelat merah untuk kepentingan pribadi, meski akhirnya telah menyampaikan permintaan maaf.
Peristiwa ini mencuri perhatian publik usai foto mobil dinas tersebut beredar luas di media sosial saat momen Hari Raya. Warganet pun mempertanyakan komitmen pejabat terhadap aturan penggunaan fasilitas negara.
Dalam klarifikasinya, yang bersangkutan mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan mobil dinas tersebut hanya dilakukan dalam waktu singkat, yakni untuk agenda silaturahmi Lebaran ke rumah orang tua dan mertua.
Menurut penjelasannya, awal perjalanan masih berkaitan dengan kegiatan kedinasan, yakni bersilaturahmi ke rumah Bupati Blora. Namun setelah itu, mobil dinas tetap digunakan untuk kepentingan pribadi, yang kemudian memicu polemik.
Ia juga mengaku sebenarnya mengetahui adanya imbauan dari KPK terkait larangan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi selama Lebaran. Namun, ia menyebut kurang cermat dalam memahami dan menerapkan aturan tersebut.
ANTARA News Jateng
“Saya minta maaf… saya merasa bersalah karena tidak cermat,” ungkapnya dalam pernyataan kepada media.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penggunaan kendaraan dinas tersebut hanya berlangsung satu hari dan tidak digunakan untuk aktivitas lain di luar silaturahmi. Setelah itu, kendaraan dikembalikan dan ia kembali ke Blora pada malam harinya.
Jateng Tetap Jadi Sorotan Publik
Meski sudah ada permintaan maaf, tindakan tersebut tetap menuai kritik. Pasalnya, aturan sudah jelas menyebut bahwa kendaraan dinas hanya boleh digunakan untuk kepentingan tugas, bukan urusan pribadi.
Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran yang secara tegas mengingatkan seluruh pejabat agar tidak menyalahgunakan fasilitas negara selama hari raya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa integritas pejabat publik tetap diuji, bahkan di momen penuh maaf seperti Lebaran. Permintaan maaf memang telah disampaikan, namun publik kini menunggu komitmen nyata agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Red: