LNN | Bojonegoro – Semangat gotong royong masyarakat Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro patut diapresiasi. Di tengah persiapan menyambut kegiatan keagamaan berskala besar yang diperkirakan dihadiri ribuan jamaah pada Sabtu (27/6/2026), warga bersama Pemerintah Desa memilih turun langsung melakukan kerja bakti memperbaiki dan merapikan akses jalan.
Namun di balik semangat kebersamaan tersebut, muncul sorotan terhadap pihak P2 yang dinilai tidak memberikan respons atas permohonan bantuan yang sebelumnya telah diajukan. Akibatnya, seluruh pekerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tanpa dukungan yang diharapkan.
Pemdes Desa Ngelo juga Linmas, serta puluhan warga,melakukan gotong royong membersihkan lingkungan dan memperbaiki akses jalan agar nyaman dilalui ribuan tamu yang akan menghadiri kegiatan rutin Ikatan Haji Muslimat NU Cabang Bojonegoro.
"Kami tidak ingin kegiatan besar ini terganggu hanya karena menunggu bantuan yang tidak kunjung datang. Akhirnya masyarakat bergerak sendiri demi nama baik Desa Ngelo sebagai tuan rumah," ujar salah seorang warga.
Sikap P2 yang dinilai mengabaikan permohonan bantuan tersebut menjadi tanda tanya di tengah upaya pemerintah mendorong semangat kolaborasi dan pelayanan kepada masyarakat. Padahal kegiatan keagamaan berskala besar seperti ini tidak hanya membawa manfaat bagi warga desa, tetapi juga mengangkat citra daerah.
Meski tanpa dukungan yang diharapkan, semangat gotong royong warga Desa Ngelo tidak surut. Mereka membuktikan bahwa kepentingan masyarakat dan kelancaran kegiatan keagamaan tetap menjadi prioritas utama.
LNN menegaskan, apabila benar permohonan bantuan telah diajukan sesuai prosedur namun tidak mendapat tindak lanjut, maka pihak terkait perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan kesan pembiaran terhadap kebutuhan masyarakat.
Redaksi Lintang Nusantara News
Tags:
Daerah