LNN||BOJONEGORO – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Sedekah Bumi Tegalan yang diselenggarakan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Arum. Acara tradisional ini berlangsung di Sanggar Agung Malowopat, Dukuh Guwo Sumur, Desa Sumber Arum, baru-baru ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci di wilayah tersebut, termasuk Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sumber Arum, Lukman Hadi; Kepala Desa Sumber Arum, Sugeng; serta seluruh anggota LMDH Guwo Sumur, tokoh masyarakat, dan para pesanggem (penggarap lahan tegalan).
Dalam sambutannya, KRPH Sumber Arum, Lukman Hadi, menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dan komitmen menjaga ekosistem hutan. Ia mengajak seluruh petani hutan untuk berperan aktif dalam pengamanan kawasan hutan.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan hutan agar tetap lestari. Hutan yang terjaga adalah warisan berharga untuk masa depan kita semua," ujar Lukman Hadi.
Selain dikenal sebagai rimbawan, Lukman Hadi juga aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi. Ia secara konsisten menjalankan program wakaf Al-Qur’an ke masjid dan musala di wilayah tugasnya. Sosoknya yang juga menjabat sebagai Ketua Perbasi Bojonegoro dan pengurus SH Teratai Cabang Bojonegoro dinilai memberikan pendekatan yang lebih akrab dan multifungsi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Sumber Arum, Sugeng, menyoroti aspek legalitas dan sinergi antara masyarakat dengan negara. Ia mengimbau para penggarap lahan tegalan untuk meningkatkan kesadaran dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
"Saya berharap para pesanggem lebih sadar akan kewajiban pajak sebagai wujud kontribusi nyata kepada negara. Selain itu, jika ditemukan gangguan keamanan di kawasan hutan, jangan ragu untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa maupun pihak KRPH Sumber Arum," tegas Sugeng.
Puncak acara Sedekah Bumi ditandai dengan prosesi tumpengan sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh Dukuh Guwo Sumur dan tokoh agama setempat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara warga, pemerintah desa, dan Perhutani. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan tegalan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Tags:
Daerah