Breaking News
NavoraNews.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Proyek BKKD 2025 Desa Kliteh, Anggaran Rp2,9 Miliar, Hasil Asal-asalan dan Sudah Mulai Retak-retak


BOJONEGORO –|| LNNEWS Harapan warga Desa Kliteh, Kecamatan Malo, untuk menikmati akses jalan yang kokoh tampaknya harus terkubur oleh kekecewaan. Proyek pembangunan jalan rigid beton yang didanai melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 kini menjadi sorotan tajam lantaran kualitas pengerjaannya yang dinilai jauh dari standar teknis.
Meski menelan anggaran fantastis mencapai Rp2,9 miliar untuk panjang jalan sekitar 1,5 kilometer, kondisi fisik di lapangan justru memprihatinkan. Belum lama rampung, badan jalan sudah menunjukkan kerusakan serius berupa keretakan di berbagai titik.
Dugaan "Sunat" Spesifikasi: Ketebalan Beton Menyusut
Berdasarkan investigasi dan temuan di lapangan, terdapat indikasi kuat adanya ketidaksesuaian spesifikasi (bestek). Beberapa poin krusial yang menjadi temuan meliputi:
Penyusutan Ketebalan: Secara teknis, jalan tersebut seharusnya memiliki ketebalan 20 cm. Namun, dugaan kuat muncul bahwa ketebalan rill di lapangan hanya berkisar 17 cm.
Keretakan Dini: Struktur beton di sejumlah titik terpantau sudah mengalami retak rambut hingga retak terbuka, yang mengancam ketahanan jalan dalam jangka panjang.
Bahu Jalan (Berem) Terbengkalai: Hingga jalan dinyatakan selesai dan mulai dilalui kendaraan, pengerjaan bahu jalan di sisi kanan dan kiri tak kunjung digarap, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kesaksian Warga: "Dikerjakan Terburu-buru"
Keluhan senada datang dari masyarakat setempat. Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa proses pengerjaan terkesan hanya mengejar target waktu tanpa mengedepankan kualitas.
"Kemarin saat mengerjakan jalan ini terkesan tergesa-gesa, Pak. Makanya hasilnya seperti ini, banyak keretakan. Setelah dinyatakan selesai, sampai sekarang sisi kanan-kiri (berem) juga belum dibuat," cetusnya kepada tim media.
Mendesak Evaluasi Total
Masyarakat kini mendesak pihak terkait, mulai dari Tim Pelaksana (Timlak) Desa hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, untuk segera turun tangan.
Warga menuntut adanya audit fisik dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini. Mengingat jalan tersebut adalah akses vital bagi ekonomi masyarakat, pengerjaan yang "asal-asalan" hanya akan menghamburkan uang negara dan merugikan publik dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Kliteh maupun kontraktor terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut. (RED)
Lebih baru Lebih lama