Breaking News
NavoraNews.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Pendapatan BUMD Blora Capai Rp24,3 Miliar dari Minyak Sumur Tua, Namun Dividen ke PAD Masih di Bawah Rp1 Miliar


BLORA /)LNN– PT Blora Patra Energi (BPE), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp24,3 miliar dari produksi minyak sumur tua sepanjang tahun 2025. Meski demikian, kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen masih relatif kecil, yaitu kurang dari Rp1 miliar pada tahun 2026.

Hal ini terungkap dalam forum audiensi antara direksi PT BPE dengan Komisi B DPRD Kabupaten Blora. Direktur Utama PT Blora Patra Energi, Giri Nur Baskoro, menjelaskan bahwa besarnya pendapatan kotor belum berbanding lurus dengan laba bersih yang disetorkan ke daerah karena tingginya biaya operasional. Sebagian besar pendapatan tersebut terserap untuk kebutuhan seperti jasa muat angkut dan pembayaran gaji karyawan.

Dalam kesempatan yang sama, terungkap pula bahwa gaji pokok direktur utama mencapai Rp11 juta per bulan, di luar tunjangan dan fasilitas lainnya.

Giri Nur Baskoro merinci bahwa pendapatan tersebut berasal dari pengelolaan minyak di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, dan Lapangan Semanggi, Kecamatan Jepon. Sepanjang 2025, terdapat 100 sumur aktif yang berproduksi, dengan rincian 96 sumur di Lapangan Ledok dan empat sumur di Lapangan Semanggi. Total produksi minyak mentah mencapai sekitar 5.226.000 liter. Di Lapangan Ledok, rata-rata produksi per sumur mencapai 250 liter per hari.

PT BPE memiliki mandat dari Pertamina untuk mengoperasikan total 115 sumur tua di Lapangan Ledok dan empat sumur di Lapangan Semanggi. Tren produksi menunjukkan peningkatan, di mana hingga April 2026, jumlah sumur aktif yang mengirimkan hasil produksi telah meningkat menjadi 115 lokasi.

Harga jual minyak mentah mengacu pada Indonesian Crude Price (ICP). Pada Februari 2025, ICP tercatat sebesar 61,02 dolar AS per barel dengan kurs Bank Indonesia Rp16.828 per dolar AS. Dengan formula perhitungan harga minyak mentah (70% x ICP x Kurs BI / 158,987 liter per barel), diperoleh harga dasar sekitar Rp4.521,10 per liter.

Dari harga tersebut, pembagian hasil dilakukan dengan komposisi 80 persen untuk mitra penambang minyak tua dan 20 persen untuk BUMD. Skema bagi hasil ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi besaran dividen yang akhirnya disetorkan ke kas daerah.(red)
Lebih baru Lebih lama