YOGYAKARTA || LNN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi.
Berdasarkan laporan periode pengamatan 23 April 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat puluhan kejadian guguran lava dan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan.
Secara visual, gunung terlihat jelas dengan asap kawah berwarna putih berintensitas tebal setinggi sekitar 500 meter di atas puncak.
Cuaca di sekitar gunung terpantau cerah dengan suhu udara berkisar 18,4–20°C dan kelembaban antara 82 hingga 83,3 persen.
Dari sisi kegempaan, tercatat, 48 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–34 mm dan durasi 45–167 detik
28 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–49 mm
1 kali gempa tektonik jauh berdurasi lebih dari 140 detik.
Selain itu, teramati sebanyak 14 kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum mencapai 2 kilometer.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Aktivitas ini menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran, terutama di sektor selatan hingga barat daya.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi aliran sungai Boyong sejauh 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.
Sementara itu, di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km.
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di zona bahaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan awan panas, khususnya saat terjadi hujan. Selain itu, potensi gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi.
Pihak berwenang menegaskan, jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, status Gunung Merapi akan segera ditinjau ulang.
Red:LNN
Tags:
peritiwa