Bojonegoro 22 Maret 2026 LNN– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM), langkah-langkah strategis langsung dilakukan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Plt Kepala Disdagkop UM Bojonegoro, Ahmadi, menjelaskan bahwa kelangkaan yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan adanya keterlambatan distribusi. Hal ini dipicu oleh faktor cuaca buruk yang menghambat kapal pengangkut LPG dari pihak Pertamina untuk sandar tepat waktu.
Namun demikian, kondisi tersebut kini mulai teratasi. Berdasarkan koordinasi dengan pihak Pertamina, pasokan LPG 3 kilogram sudah kembali berjalan normal.
“Sejak Minggu, 15 Maret, SPBE sudah kembali terisi. Lalu pada Senin, 16 Maret, LPG sudah mulai didistribusikan ke agen dan dilanjutkan ke pangkalan,” terang Ahmadi.
Untuk mempercepat pemulihan distribusi dan menjaga ketersediaan stok, Pemkab Bojonegoro juga telah mengirim surat resmi kepada Pertamina Patra Niaga guna meminta tambahan kuota LPG sebesar 3.879 metrik ton (MT).
Tak hanya itu, Disdagkop UM juga telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait serta menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan langsung. Langkah ini dilakukan agar kondisi di lapangan tetap terkendali dan distribusi berjalan lancar.
Pemkab Bojonegoro mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi guna menghindari kelangkaan buatan maupun lonjakan harga.
Dengan berbagai langkah cepat yang telah dilakukan, pemerintah memastikan bahwa ketersediaan LPG di Bojonegoro kini berangsur normal dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran.
Redaksi: