LINTANG NUSANTARA NEWS

Diduga Dibongkar Secara Liar! Portal Jembatan Glendeng Ambruk, Warga Kalirejo Murka: Negara Jangan Kalah dengan Oknum!

BOJONEGORO – Situasi di Desa Kalirejo memanas. Ambruknya portal pembatas kendaraan di sisi selatan Jembatan Glendeng bukan lagi sekadar insiden biasa—ini telah berubah menjadi kemarahan kolektif warga yang merasa ditinggalkan dan diabaikan.

Portal yang selama ini menjadi “benteng terakhir” pembatas kendaraan bertonase besar tiba-tiba roboh tanpa kejelasan. Narasi awal menyebut ditabrak truk, namun warga justru mencium bau kejanggalan yang mengarah pada dugaan pembongkaran sengaja oleh oknum tak bertanggung jawab. 

“Ini bukan kecelakaan biasa. Ini mencurigakan!” ujar salah satu warga dengan nada geram.

Kecurigaan Membesar, Kepercayaan Publik Runtuh
Warga menilai, jika benar ini kebijakan resmi, seharusnya ada sosialisasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya—senyap, tiba-tiba, dan tanpa penjelasan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius:
Siapa yang bertanggung jawab?

Siapa yang memberi izin?

Atau justru ini aksi liar yang sengaja dibiarkan?

“Kalau ini ulah oknum, ini sudah keterlaluan. Negara tidak boleh kalah dengan pelanggar aturan!” tegas warga lainnya.

Ancaman Nyata:
 Jalan Rusak, Ekonomi Tercekik.
Hilangnya portal bukan sekadar soal infrastruktur, tapi ancaman nyata bagi kehidupan warga.
Tanpa pembatas:

Truk bertonase besar bebas melintas
Jalan cepat rusak
Risiko kecelakaan meningkat drastis
Aktivitas ekonomi warga terancam lumpuh.

Warga yang menggantungkan hidup dari usaha kecil di sekitar jalur tersebut kini dihantui ketakutan. 

“Kalau kendaraan besar bebas lewat, ini bukan cuma soal jalan rusak—ini soal keselamatan dan perut kami,” keluh warga.

Dugaan Pembongkaran Paksa Menguat
Sejumlah laporan lain juga mengindikasikan bahwa portal tersebut diduga dibongkar secara paksa, bukan karena kecelakaan semata.

Artinya, ini bukan lagi sekadar kelalaian—melainkan bisa masuk kategori pelanggaran serius terhadap kepentingan publik.

Pemerintah Disorot: Diam atau Membiarkan?

Yang paling menyulut emosi warga adalah sikap diam pemerintah. Hingga kini belum ada pernyataan resmi, seolah-olah persoalan ini dianggap sepele.

Padahal bagi warga, ini adalah:
Soal keselamatan
Soal keadilan
Soal keberpihakan negara kepada rakyat kecil

“Kalau dibiarkan, ini sama saja melegalkan pelanggaran!” tegas warga dengan nada tinggi. �
Media Cahaya Baru
Ultimatum Warga: Jangan Uji Kesabaran!

Gelombang tekanan publik kini mengarah langsung ke pemerintah daerah. Warga menuntut:

Transparansi penuh
Pengusutan tuntas dugaan oknum
Pemasangan kembali portal secepatnya.

Jika tidak, bukan tidak mungkin gejolak sosial akan benar-benar meledak.

Redaksi
Lebih baru Lebih lama