LINTANG NUSANTARA NEWS

Arus Mudik 2026 Mulai Terpantau, 25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta


JAKARTA – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah mulai menunjukkan peningkatan, meskipun volume kendaraan yang keluar dari Jakarta masih terpantau terkendali.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, , menyampaikan bahwa hingga saat ini baru sekitar 25 persen kendaraan yang meninggalkan wilayah Jakarta menuju sejumlah tujuan utama, seperti jalur Trans Jawa, Bandung, dan Sumatra.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus mudik masih berlangsung secara bertahap dan belum mencapai puncaknya. Masyarakat diimbau untuk tetap mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” ujarnya dalam keterangan resmi.


Dalam kesempatan yang sama, disampaikan bahwa angka fatalitas kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga sekitar 45 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Hal ini dinilai sebagai hasil dari sinergi antara upaya pengamanan aparat dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Selain itu, kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) juga dinilai turut berkontribusi dalam menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur mudik.

Guna mengantisipasi potensi lonjakan arus kendaraan pada hari-hari mendatang, telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way), contra flow, serta pengaturan buka-tutup jalur di titik-titik tertentu.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran arus mudik sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin dalam berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melakukan perjalanan jauh.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi arus mudik masih terpantau relatif lancar. Namun demikian, perkembangan kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya.

Sebagai bentuk keberimbangan, informasi ini bersumber dari keterangan resmi yang disampaikan pihak kepolisian, dan redaksi membuka ruang bagi pihak lain untuk memberikan tanggapan atau klarifikasi sesuai kebutuhan pemberitaan.(red)
Lebih baru Lebih lama