LINTANG NUSANTARA NEWS

Lebaran 2026 Berpotensi Serentak, Meski Awal Puasa Berbeda


✨ SEMOGA ALLAH MENGABULKANNYA ✨
Meskipun awal puasa terdapat perbedaan antara Muhammadiyah (Rabu) dan pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (Kamis), terdapat kemungkinan besar Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah akan dirayakan secara bersamaan.

Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal pada 19 Maret 2026 diprediksi sudah cukup tinggi, bahkan telah memenuhi kriteria MABIMS, yakni minimal 3 derajat dengan elongasi sekitar 6,4 derajat. Kondisi ini membuka peluang besar terlihatnya hilal pada petang hari tersebut.

Perbedaan awal puasa tidak selalu berujung pada perbedaan hari raya. Hal ini karena penentuan Idulfitri sangat bergantung pada posisi hilal di akhir bulan Ramadan.

Bagi Muhammadiyah:

Karena memulai puasa lebih awal, maka pada Kamis (19 Maret 2026) mereka telah menyempurnakan puasa menjadi 30 hari. Dengan demikian, hari berikutnya, Jumat, menjadi 1 Syawal.

Bagi Pemerintah/NU:

Jika pada Kamis sore hilal sudah terlihat (karena posisinya cukup tinggi), maka puasa cukup dijalankan selama 29 hari. Artinya, Jumat juga ditetapkan sebagai 1 Syawal.

Kesimpulannya:

Meski awalnya berbeda, penentuan akhir Ramadan berpotensi sama. Dengan posisi hilal yang sudah memenuhi kriteria, Idulfitri 1447 H berpeluang dirayakan bersama pada Jumat, 20 Maret 2026.

🤲 Semoga kebersamaan ini menjadi momen indah untuk mempererat ukhuwah dan persatuan umat Islam.(by Red) 
Lebih baru Lebih lama