Breaking News
NavoraNews.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Proyek TPT di Desa Kedungarum, Kanor Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Warga Desak Audit Menyeluruh


LNNBOJONEGORO – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Kedungarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis di lapangan. Sejumlah warga mempertanyakan kualitas konstruksi dan meminta pemerintah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Berdasarkan pantauan awak media pada Jumat (3/7/2026), ditemukan beberapa dugaan ketidaksesuaian dalam proses pelaksanaan proyek. Di antaranya, bagian dasar pondasi disebut masih tertutup tanah sehingga lantai kerja beton tidak terlihat secara jelas dan diduga langsung berada di atas tanah urug.

Selain itu, rangkaian pembesian juga menjadi perhatian. Besi tulangan tampak disambung menggunakan las, bukan diikat dengan kawat bendrat sebagaimana lazimnya dalam pekerjaan konstruksi. Pada bagian kolom, kondisi besi terlihat bengkok dan susunan begel (sengkang) dinilai tidak seragam sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kekuatan struktur bangunan.

"Kalau benar seperti itu, tentu sangat mengkhawatirkan. Kualitas struktur harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan penggunaan anggaran negara," ujar salah seorang warga.

Warga juga meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Bojonegoro segera melakukan pengecekan lapangan serta memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kualitas pekerjaan tersebut.

Menanggapi temuan itu, konsultan pengawas proyek membantah adanya pelanggaran teknis. Menurutnya, lantai kerja beton telah dicor, namun tertutup material tanah akibat longsoran. Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan pembesian telah diperiksa dan dinyatakan sesuai.

"Untuk pembesian, semuanya sudah dicek dan sesuai," ujar konsultan pengawas di lokasi.

Meski telah ada klarifikasi dari pihak pengawas, masyarakat tetap mendesak Inspektorat, aparat penegak hukum, dan DPRD Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan audit independen guna memastikan proyek dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan yang berlaku. Warga juga meminta apabila ditemukan pelanggaran, pekerjaan dihentikan sementara hingga dilakukan perbaikan sesuai aturan.
**Ad**
Lebih baru Lebih lama