LNN||BOJONEGORO – 05 Juli 2026 Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Karangan, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan. Pekerjaan tersebut diduga menggunakan metode pengecoran manual dengan hasil yang dinilai kurang rapi, tampak kasar, serta terlihat berpori pada beberapa bagian konstruksi.
Selain kualitas pekerjaan yang dipertanyakan, kondisi di sekitar lokasi proyek juga dikeluhkan masyarakat. Timbunan tanah bekas galian terlihat diletakkan di bahu jalan tanpa penanganan yang memadai. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, karena berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir. Sejumlah warga menyebut sudah ada pengendara yang terpeleset akibat material tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut berada dalam pengawasan dan pembinaan pihak Bina Marga. Namun hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada instansi terkait melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp belum memperoleh tanggapan.
Sejumlah pihak juga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang diduga menggunakan cor manual. Mereka khawatir konstruksi tersebut tidak memiliki daya tahan yang optimal apabila proses pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Masyarakat berharap proyek yang dibiayai dari anggaran negara dan bersumber dari pajak rakyat benar-benar dikerjakan secara profesional, transparan, dan mengutamakan mutu sehingga dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Lintang Nusantara akan terus berupaya meminta klarifikasi dari pihak Bina Marga maupun pelaksana proyek guna memperoleh penjelasan resmi terkait metode pelaksanaan pekerjaan, kualitas konstruksi, serta penanganan material yang berada di bahu jalan demi menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang.***
Tags:
Peristiwa