LNN||SURABAYA – Guna menjamin kelancaran dan keamanan selama prosesi pengesahan anggota baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Polrestabes Surabaya menggelar apel kesiapan yang melibatkan berbagai elemen keamanan. Langkah ini diambil sebagai wujud keseriusan aparat dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif sepanjang acara berlangsung.
Dalam operasi pengamanan ini, Polrestabes Surabaya tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan personel TNI, Brimob, Direktorat Samapta Polda Jawa Timur, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Linmas, serta seluruh Polsek di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.
AKBP Rosyid Hartanto, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menekankan bahwa apel ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama acara pengesahan warga baru PSHT. Meski lokasi utama kegiatan berada di bawah yurisdiksi Polres Pelabuhan Tanjung Perak, arus pergerakan peserta dan pendukung diperkirakan akan melintasi berbagai area di Surabaya. Oleh karena itu, pengawasan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari kedatangan peserta, selama acara berlangsung, hingga kepulangan mereka ke daerah asal.
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, AKBP Rosyid指出 bahwa risiko gangguan keamanan lebih sering terjadi saat massa bergerak di perjalanan. Untuk itu, setiap personel diminta untuk memahami wilayah tugasnya, mengenali rute pergerakan peserta, mengidentifikasi titik-titik rawan, serta meningkatkan frekuensi patroli di area yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya massa.
Pendekatan preemtif dan preventif juga menjadi prioritas melalui komunikasi intensif dengan pengurus perguruan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan pihak terkait lainnya. Hal ini bertujuan agar setiap potensi masalah dapat diselesaikan sejak dini tanpa mengganggu ketertiban umum.
AKBP Rosyid juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek dan Sat Samapta Polrestabes Surabaya atas upaya penertiban peredaran minuman keras ilegal. Tindakan ini dianggap sebagai bagian dari mitigasi risiko untuk mencegah gangguan kamtibmas yang mungkin dipicu oleh konsumsi alkohol selama acara masyarakat berlangsung.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, Polrestabes Surabaya menegaskan akan bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum seperti konvoi berbahaya, tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, atau perbuatan lain yang mengganggu ketertiban masyarakat. Semua tindakan akan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur hukum.
AKBP Rosyid juga mengimbau peserta dan masyarakat untuk mematuhi aturan yang ditetapkan, termasuk mengikuti arahan panitia dan aparat keamanan. Pengurus perguruan telah meminta para penggembira untuk tidak hadir di lokasi pengesahan guna menghindari kerumunan dan meminimalkan potensi gesekan.
Menutup arahannya, AKBP Rosyid mengajak seluruh personel untuk menjaga kekompakan dan koordinasi selama pelaksanaan pengamanan. Ia optimis bahwa dengan kesiapan personel dan sinergi antarinstansi, rangkaian acara pengesahan warga baru PSHT dapat berjalan lancar, aman, dan tertib, sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan pengesahan dapat berlangsung lancar. Kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi seluruh unsur pengamanan menjadi kunci untuk menjaga situasi Kota Surabaya tetap kondusif," pungkas AKBP Rosyid.
wartawan: HERI
Tags:
Polri