BLORA ||LNNews– Seorang tukang bangunan bernama Supardi (44) mengalami luka serius setelah tersengat aliran listrik tegangan tinggi saat bekerja di sebuah proyek pembangunan ruko di Jalan Mr. Iskandar, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kasus kecelakaan kerja ini terjadi ketika korban sedang melakukan pemasangan pagar besi hollow di lantai dua bangunan. Saat proses pengerjaan berlangsung, besi yang dipegang oleh Supardi diduga menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yang melintas di sekitar lokasi proyek.
Akibat kontak tersebut, korban langsung tersengat arus listrik dan terpental dari posisinya. Rekan-rekan kerja yang berada di lokasi sigap memberikan pertolongan pertama dan segera membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Permata Blora untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, SH, membenarkan terjadinya insiden tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka bakar akibat sengatan listrik.
“Korban saat itu sedang memasang pagar besi hollow di lantai dua. Besi yang dibawanya membentur kabel bertegangan tinggi sehingga tersengat arus listrik. Rekan kerja langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit,” ujar AKP Midiyono.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Supardi menderita luka bakar dan kulit terkelupas pada kedua kaki, bagian dada, serta telapak tangan kiri. Selain itu, pakaian yang dikenakan korban juga dilaporkan hangus terbakar akibat kuatnya arus listrik yang mengenai tubuhnya.
AKP Midiyono menegaskan bahwa tidak ditemukan unsur kesengajaan atau kekerasan dalam peristiwa ini. “Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Ini murni kecelakaan kerja akibat kontak dengan jaringan listrik bertegangan tinggi,” jelasnya.
Menyikapi kejadian ini, Polres Blora mengimbau kepada para pekerja konstruksi dan pelaksana proyek untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja (safety first), terutama saat beraktivitas di dekat jaringan listrik.
AKP Midiyono menekankan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai serta koordinasi dengan pihak terkait. “Pastikan area kerja aman, gunakan APD lengkap, dan lakukan koordinasi dengan pihak PLN apabila bekerja di dekat kabel tegangan tinggi. Jangan memindahkan material berbahan logam yang panjang tanpa pengawasan dan perhitungan yang matang,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pihak di industri konstruksi untuk senantiasa menerapkan standar operasional prosedur keselamatan guna mencegah terulangnya kecelakaan yang dapat mengancam nyawa.(Red)
Tags:
Peristiwa