BOJONEGORO || LNNEWS– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro resmi membuka tahapan pengumpulan proposal pencairan bagi penerima lanjutan program beasiswa “Sepuluh Sarjana per Desa”.
Pembukaan ini dilakukan setelah adanya dorongan dan kritik dari legislatif terkait lambannya serapan anggaran di sektor pendidikan.
Berdasarkan pengumuman resmi, pengumpulan proposal dijadwalkan berlangsung mulai 29 April hingga 6 Mei 2026. Proses dilakukan secara langsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro pada jam kerja, pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.
Langkah percepatan ini pun mendapat apresiasi dari DPRD Bojonegoro. Program “Sepuluh Sarjana per Desa” dinilai sebagai instrumen strategis dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sehingga hambatan administratif dalam pencairan beasiswa tidak seharusnya berlarut-larut.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan bahwa pembukaan tahapan ini merupakan respons nyata dari pihak eksekutif atas masukan yang sebelumnya disampaikan legislatif.
“Langkah ini adalah respons konkret yang kami harapkan, setelah Komisi C DPRD Bojonegoro memberikan kritik dan masukan terkait urgensi percepatan distribusi anggaran beasiswa pendidikan,” tegasnya.
Menurutnya, ketepatan waktu pencairan beasiswa menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan studi mahasiswa penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan akademik di perguruan tinggi.
Ia juga memastikan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap proses verifikasi berkas agar tidak muncul kendala teknis yang berpotensi menghambat hak para penerima manfaat.
“Kami akan terus memantau agar prosesnya berjalan lancar dan tidak ada hambatan administratif yang merugikan mahasiswa,” tandasnya.
Pembukaan tahapan ini diharapkan menjadi titik terang bagi para penerima beasiswa yang sebelumnya menunggu kepastian pencairan, sekaligus menunjukkan adanya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendorong percepatan program pendidikan di Bojonegoro.
(RED)
Tags:
peristiwa