BOJONEGORO // LNNews– Kondisi lingkungan di sekitar Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kian memprihatinkan. Tumpukan sampah yang menggunung di sudut sekolah, tepatnya di Dusun Plumbungan, Desa Baureno, dinilai sudah tidak terkendali. Ironisnya, kondisi ini terjadi saat pemerintah sedang gencar menggaungkan "Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat" yang ke-XXIII.
Fenomena gunungan sampah yang memenuhi badan jalan dan area sekitar permukiman warga serta sekolah tersebut menuai keprihatinan serius dari Pemerintah Desa (Pemdes) Baureno. Pihak desa menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta lambannya penanganan dari instansi terkait.
Selain merusak estetika lingkungan, tumpukan sampah tersebut berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang serius. Bau menyengat yang timbul dikhawatirkan dapat memicu pencemaran lingkungan dan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar, termasuk para siswa yang beraktivitas di SMA 1 Baureno setiap harinya.
Babinsa dan perangkat Desa Baureno menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh dianggap sepele, apalagi lokasinya berada di kawasan padat penduduk dan zona pendidikan yang seharusnya mendapatkan prioritas layanan kebersihan.
Menanggapi hal tersebut, Pemdes Baureno mendesak Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bojonegoro beserta UPT Kebersihan Kecamatan, untuk segera mengambil langkah nyata dan terukur.
"Pemerintah harus hadir dengan tindakan yang cepat, nyata, dan solutif. Kami meminta percepatan penanganan, pengawasan rutin, serta penegakan aturan terhadap oknum yang membuang sampah sembarangan," tegas perwakilan Pemdes.
Meskipun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sangat penting, pemerintah tetap memiliki kewajiban utama untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal dan profesional. Masyarakat berharap DLHK Bojonegoro dapat turun langsung ke lokasi untuk membersihkan area tersebut serta melakukan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.
Organisasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) cabang Bojonegoro, melalui media Lintang nusantara news Online, menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial. AWPI akan terus menyuarakan isu-isu pelayanan publik dan persoalan lingkungan hidup yang menyangkut kepentingan bersama.
"Jangan tunggu viral baru bergerak," demikian pesan moral yang disampaikan, mengingatkan aparatur pemerintah agar lebih responsif terhadap keluhan masyarakat sebelum masalah lingkungan berkembang menjadi krisis yang lebih besar.(red)
Tags:
peristiwa