BOJONEGORO ||LNN – Kesadaran akan kebersihan lingkungan bukan sekadar slogan bagi warga RT 13 RW 04, Kelurahan Sumbang, Bojonegoro. Pada Minggu (25/4/2026), suasana guyub rukun terlihat jelas saat warga berbondong-bondong menyetorkan limbah rumah tangga mereka ke Bank Sampah setempat.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bersih-bersih, melainkan gerakan terstruktur untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan fasilitas kantong sampah dari pemerintah, warga kini lebih bersemangat melakukan pemilahan sampah langsung dari dapur mereka.
Membangun Budaya, Bukan Sekadar Membuang
Ketua RT 13, Wahyuni, mengungkapkan bahwa misi utama dari kegiatan ini adalah menanamkan "budaya bersih" sebagai gaya hidup, bukan lagi beban kewajiban.
"Saya berharap menjaga kebersihan ini menjadi langkah awal menuju hidup yang lebih sehat. Jika lingkungan bersih, warga merasa nyaman, aman, dan bahagia bersama keluarga. Kami ingin kesadaran ini menjadi budaya yang melekat sehari-hari," ujar Wahyuni penuh optimisme saat ditemui di lokasi.
Dari Pupuk Organik hingga Nilai Ekonomis.Sistem pengelolaan sampah di RT 13 terbilang cukup rapi. Panitia bagian penerimaan dan pembukuan dengan sigap mendata setiap setoran warga. Sampah yang terkumpul tidak dibuang begitu saja, melainkan dipilah berdasarkan jenisnya yaitu,
Sampah Organik,diolah secara mandiri menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekitar.
Sampah plastik/Anorganik dikumpulkan dan disalurkan kepada pengepul, yang memberikan nilai ekonomis tambahan bagi kas warga atau tabungan sampah.
Wahyuni menambahkan bahwa gerakan ini merupakan bentuk dukungan nyata warga terhadap program pemerintah di bidang lingkungan hidup.
"Kami ingin berperan aktif melestarikan lingkungan yang asri. Dengan memilah sampah, kita tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tapi juga memberikan manfaat nyata bagi ekosistem di sekitar kita," pungkasnya.
Ini sangat menarik buat kami karena,gerakan di Kelurahan Sumbang ini membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari lingkup terkecil, yaitu tingkat RT. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Bojonegoro untuk menyulap masalah sampah menjadi peluang yang menyehatkan dan menguntungkan.
Sumber: (Najib) RN
Edt : (redaksi)