BOJONEGORO (Media Lintang) – Semangat pembangunan infrastruktur terus bergulir di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu fokus utama saat ini adalah pengembangan fasilitas publik di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, melalui proyek pengurukan lapangan desa yang didanai oleh Alokasi Dana Desa (DD) sebesar Rp170 juta.
Proyek ini diharapkan menjadi tonggak awal terciptanya pusat kegiatan olahraga dan sosial yang lebih representatif bagi warga setempat.
Mengoptimalkan Potensi Lokal
Menariknya, dalam proses pengerjaan, muncul informasi mengenai pemanfaatan material tanah uruk yang diambil dari area sekitar lokasi. Langkah ini dinilai sebagai upaya praktis untuk mempercepat proses pemerataan lahan agar lapangan dapat segera fungsional.
Meskipun besaran anggaran sebesar Rp170 juta menjadi perbincangan, hal ini menunjukkan besarnya komitmen Pemerintah Desa Drenges dalam menyediakan fasilitas yang mumpuni. Anggaran tersebut direncanakan mencakup berbagai aspek teknis guna memastikan struktur lapangan kokoh dan layak digunakan untuk jangka panjang.
Harapan Akan Sinergi dan Transparansi
Warga Desa Drenges menyambut baik rencana perbaikan fasilitas ini. Sejalan dengan antusiasme tersebut, masyarakat juga berharap adanya dialog yang terbuka antara pihak Pemerintah Desa dan warga. Transparansi penggunaan anggaran diharapkan menjadi jembatan untuk memperkuat kepercayaan publik.
"Kami sangat mendukung adanya perbaikan lapangan ini. Fasilitas olahraga yang baik tentu akan meningkatkan semangat pemuda dan kegiatan desa lainnya," ujar salah satu warga yang antusias melihat progres di lapangan.
Ruang Dialog Terbuka
Hingga saat ini, pihak media masih menunggu kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Kepala Desa Drenges, Yaspingi, guna mendapatkan gambaran lebih detail mengenai rencana jangka panjang pengembangan lapangan tersebut. Konfirmasi ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai keunggulan proyek ini bagi kemajuan desa.
Melalui pembangunan yang akuntabel dan partisipatif, proyek pengurukan lapangan ini diharapkan tidak hanya sekadar tumpukan tanah, melainkan menjadi simbol kebangkitan prestasi olahraga di Desa Drenges.
(LNN)