BLORA – Kabar berhentinya aktivitas mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di wilayah Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, tampaknya hanya isapan jempol belaka. Meski sempat dikabarkan "tiarap", investigasi lapangan justru mengungkap fakta sebaliknya: bisnis gelap ini masih berdenyut kencang di bawah tanah.
Berdasarkan laporan eksklusif yang dihimpun oleh tim redaksi Lintang Nusantara News dari sumber media lokal yang kredibel, aktivitas ilegal pengumpulan Solar bersubsidi terdeteksi masih beroperasi secara rahasia.
Lokasi penampungan yang diduga menjadi pusat aktivitas ini berada di titik tersembunyi, tepatnya di belakang rumah sosok berinisial M di Dusun Ngampel, Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung.
Modus operandi yang dilakukan disinyalir masih menggunakan pola lama, penimbunan Solar subsidi untuk kemudian dijual ke pihak industri demi meraup keuntungan pribadi yang fantastis, sementara rakyat kecil harus mengantre panjang di SPBU.
Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh Redaksi Lintang Nusantara News melalui pesan singkat WhatsApp kepada pihak terkait membuahkan jawaban yang bernada mengelak. Sosok yang diduga mengelola aktivitas tersebut berdalih sudah berhenti beroperasi dengan alasan kesehatan.
"Bapak mpun mboten medamel om, Niki bapak nembe bakso operasi," (Bapak sudah tidak bekerja om, ini bapak habis operasi), tulisnya dalam pesan singkat tersebut.
Namun, jawaban "habis operasi" ini berbanding terbalik dengan pantauan di lapangan yang mengindikasikan adanya pergerakan aktivitas yang mencurigakan di lokasi yang dimaksud. Publik pun bertanya-tanya: Apakah "operasi medis" tersebut hanya sekadar alibi untuk menutupi "operasi BBM" yang terus berjalan?
Praktik mafia BBM bukan hanya soal kerugian materiil negara, tapi juga perampasan hak masyarakat prasejahtera dan petani yang sangat membutuhkan Solar subsidi.
Kini, bola panas berada di tangan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat. Apakah mereka akan membiarkan "operasi" di belakang rumah M ini terus berjalan, ataukah akan ada tindakan tegas untuk membongkar tuntas jaringan mafia yang meresahkan warga Randublatung ini?
Redaksi Lintang akan terus memantau perkembangan di lokasi tersebut, Jangan sampai hukum menjadi tumpul ke atas hanya karena alasan "sedang sakit".
# BERSAMBUNG