Breaking News
NavoraNews.com - Media Informasi Digital Terpercaya | Cepat, Akurat, Berimbang | Update berita nasional, internasional, ekonomi, hukum, TNI dan Polri setiap hari

Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, 6 Orang Meninggal dan Puluhan Luka-Luka


BEKASI ||LNnews – Insiden kecelakaan kereta rel listrik (KRL) yang terjadi di kawasan Bekasi Timur menelan korban jiwa. Hingga pembaruan data pada pukul 04.41 WIB, tercatat 6 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka serta masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tersebar di beberapa rumah sakit. Tiga korban tercatat di RSUD Kota Bekasi, masing-masing atas nama Nurhayati yang telah dibawa pihak keluarga ke Kemayoran, Nurlela (Ela) yang diketahui berprofesi sebagai guru sekaligus bendahara SDN Pulo Gebang Jakarta Timur, serta Adinda Ratna Safira yang masih dalam proses verifikasi data.

Sementara itu, satu korban meninggal dunia lainnya tercatat di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, yakni Adelia Rifani (26), warga Perum Regency 1 Cibitung Wanasari. 

Dua korban lainnya masing-masing berada di RS Bella Bekasi dan RS Polri Kramat Jati, yang hingga kini masih dalam proses identifikasi.

Untuk korban luka-luka, jumlah sementara mencapai 62 orang yang tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. RSUD Kota Bekasi menjadi lokasi perawatan terbanyak dengan 37 pasien yang masih dalam observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Selain itu, korban juga dirawat di RS Mitra Plumbon Cibitung Medika, RS Primaya Timur, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina Bekasi, RS Bella Bekasi, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Sebagian korban di RS Primaya Timur diketahui merupakan kru kereta, termasuk pramugari dan petugas dapur (koki), serta penumpang KRL. 

Mayoritas korban mengalami luka ringan hingga sedang dan telah mendapatkan penanganan medis, bahkan beberapa di antaranya sudah didampingi pihak keluarga.

Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan penanganan di lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan terhadap korban yang sempat terjebak di dalam gerbong, khususnya di bagian belakang rangkaian kereta.

Selain itu, aparat juga melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi guna memperlancar proses evakuasi serta mengantisipasi kerumunan warga. Pihak PT KAI turut melakukan pengecekan dan perbaikan jalur rel yang terdampak kecelakaan, sekaligus mengatur rekayasa perjalanan kereta untuk meminimalisir gangguan operasional.

Hingga saat ini, sejumlah ambulans dan petugas pemadam kebakaran masih bersiaga di depan Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, PMI Kota Bekasi juga membuka layanan donor darah darurat di Unit Donor Darah (UDD) yang berlokasi di Jalan Pramuka No. 1, Marga Jaya.

Untuk membantu pencarian informasi keluarga korban, PT KAI Daop 1 Jakarta telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur. Masyarakat yang membutuhkan informasi dapat menghubungi Contact Center KAI di nomor 121 atau melalui WhatsApp di 0811-1211-1121, serta memantau pembaruan melalui media sosial resmi KAI.

Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan. Data korban diperkirakan masih dapat berkembang seiring proses identifikasi dan penanganan yang terus berlangsung. (Red)
Lebih baru Lebih lama