BOJONEGORO ||LNN – Proyek pembangunan jalan aspal melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp2.591.876.352 di Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan tajam. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan itu kini sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan penghubung Pragelan–Gondang dipenuhi retakan memanjang, permukaan aspal mulai mengelupas, serta muncul lubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Padahal, proyek dengan nilai miliaran rupiah tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi dan mendukung perekonomian warga setempat. Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Warga menduga mutu pekerjaan rendah dan pengawasan pelaksanaan proyek tidak maksimal, sehingga jalan yang seharusnya bertahan lama justru cepat rusak meski baru selesai dibangun.
“Katanya proyek ini untuk membantu ekonomi masyarakat. Tapi kalau baru selesai sudah rusak begini, ini jelas mengecewakan. Kami minta ada pemeriksaan dan perbaikan total,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut warga, kerusakan yang muncul dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas material yang digunakan, ketebalan aspal, hingga kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU Bina Marga serta instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.
Beberapa tuntutan warga antara lain:
1. Audit teknis independen terhadap mutu pekerjaan dan material proyek.
2. Perbaikan total oleh pelaksana proyek, bukan sekadar tambal sulam.
3. Keterbukaan anggaran, agar masyarakat mengetahui kesesuaian antara dana yang digelontorkan dan hasil pekerjaan.
4. Penegakan sanksi, apabila ditemukan kelalaian atau penyimpangan.
“Jangan sampai uang rakyat miliaran rupiah habis, tapi hasilnya jalan cepat rusak. Ini harus diusut agar tidak terulang,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menindaklanjuti kondisi proyek jalan Pragelan–Gondang tersebut. Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat proyek yang dibiayai APBD seharusnya memberi manfaat nyata, bukan justru menimbulkan kekecewaan.
(Red)