BOJONEGORO – Suasana penuh kedamaian dan kekayaan budaya tampak dalam perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang diikuti oleh sejumlah warga di Bojonegoro. Momen ini diabadikan melalui sebuah foto yang memperlihatkan tiga orang mengenakan pakaian adat Bali dengan latar ornamen khas Pulau Dewata.
Dalam gambar tersebut, terlihat sebuah papan ucapan bertuliskan “Selamat Hari Raya Nyepi 2026” lengkap dengan pesan damai:
“Semoga damai di hati, damai di dunia.” Ketiga warga yang berpose tampak mengenakan busana tradisional Bali, dengan salah satu di antaranya memakai hiasan kepala khas penari Bali, menambah nuansa autentik budaya.
Tak hanya itu, di bagian depan juga terlihat berbagai canang sari atau sesajen khas Bali yang tersusun rapi sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada Sang Pencipta. Ketiganya berdiri dengan sikap tangan menyatu di dada, mencerminkan sikap sembah dan penghormatan dalam tradisi umat Hindu saat Hari Raya Nyepi.
Perayaan ini menunjukkan bahwa semangat toleransi dan keberagaman budaya terus hidup di tengah masyarakat Bojonegoro. Meski berada jauh dari Bali, nilai-nilai kearifan lokal dan tradisi tetap dilestarikan dan dihormati.
Hari Raya Nyepi sendiri merupakan hari suci umat Hindu yang dirayakan dengan cara hening, tanpa aktivitas, sebagai bentuk refleksi diri dan penyucian jiwa. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni, baik dengan sesama manusia maupun dengan alam.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman serta memperkuat rasa saling menghormati antarumat beragama.
Red