LINTANG NUSANTARA NEWS

Viral Joget di Dapur MBG, SPPG Pangauban Disetop Sementara, 150 Petugas Terancam Tak Bekerja

Bandung Barat – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, resmi dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah viralnya video joget pengelolanya, Hendrik Irawan, di media sosial.
Keputusan tegas ini diambil menyusul kontroversi yang ditimbulkan dari video tersebut, yang dinilai tidak mencerminkan etika serta melanggar standar operasional, terutama karena dilakukan di area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dalam video yang beredar luas, Hendrik tampak berjoget sambil disebut-sebut memamerkan penghasilan hingga Rp6 juta per hari dari program MBG. Aksi tersebut langsung menuai reaksi keras publik dan menjadi polemik nasional. 

Akibat kejadian ini, BGN tidak hanya menghentikan operasional dapur MBG tersebut, tetapi juga memberhentikan Hendrik dari posisinya sebagai mitra pengelola. Hendrik pun telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya.

Dampak dari penghentian ini cukup besar. Sekitar 150 petugas dan relawan yang selama ini terlibat dalam operasional SPPG Pangauban terancam tidak dapat bekerja, terutama setelah masa libur Lebaran.

Hendrik mengaku tidak menyangka video tersebut akan berdampak luas hingga berujung pada penghentian operasional. Ia juga menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan program MBG yang merupakan program pemerintah. 

Kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat bagi seluruh mitra program pemerintah untuk menjaga etika dan profesionalitas, terutama di tengah sorotan masyarakat terhadap program strategis seperti Makan Bergizi Gratis.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan operasional SPPG Pangauban akan kembali dibuka, karena masih menunggu keputusan lanjutan dari Badan Gizi Nasional.

TIMRED.
Lebih baru Lebih lama