BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengintensifkan operasi pasar LPG 3 kilogram bersubsidi guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran serta harga tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga di sejumlah kecamatan.
Operasi pasar dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari Kecamatan Sekar dan Tambakrejo, lalu berlanjut ke Dander dan Padangan, serta dijadwalkan menyasar wilayah Kota Bojonegoro, Kanor, dan Kepohbaru.
Langkah ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan LPG subsidi sekaligus memastikan harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp18.000 per tabung.
Sekretaris Dinas Perdagangan Bojonegoro, Moh. Akhmadi, menegaskan bahwa pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan energi rumah tangga dan pelaku usaha mikro tetap terpenuhi.
“Distribusi harus tepat sasaran dan masyarakat tidak boleh kesulitan mendapatkan LPG subsidi,” ujarnya.
Dalam setiap pelaksanaan, disediakan ratusan tabung LPG 3 kg di tiap titik operasi pasar. Untuk menjaga agar subsidi tidak disalahgunakan, pembelian dilakukan dengan sistem verifikasi, di antaranya warga wajib membawa KTP, fotokopi Kartu Keluarga, serta tabung kosong untuk ditukar.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga rela antre demi memperoleh LPG dengan harga terjangkau sesuai ketentuan pemerintah.
Pemkab Bojonegoro juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying).
Pemerintah memastikan stok LPG subsidi akan terus dipantau dan didistribusikan secara berkala agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Operasi pasar ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah potensi kelangkaan energi, khususnya menjelang dan pasca momen hari besar keagamaan.
Wartalis/FUAD LNN