Bojonegoro – Kecamatan Margomulyo kini mulai dilirik sebagai “pintu masuk” wisata di wilayah barat Bojonegoro. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi dan Provinsi Jawa Tengah menjadikan kawasan ini strategis sebagai jalur awal para wisatawan yang datang dari luar daerah.
Tak hanya sekadar jalur lintasan, Margomulyo justru menyimpan potensi besar yang siap diangkat menjadi daya tarik wisata unggulan. Mulai dari kekayaan budaya, wisata religi, hingga pesona alam yang masih asri.
Salah satu kekuatan utama wilayah ini adalah keberadaan Kampung Samin yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
Selain itu, ada pula Kampung Thengul yang menjadi pusat kesenian wayang khas Bojonegoro, serta kerajinan akar jati di Desa Geneng yang memiliki nilai ekonomi sekaligus edukasi.
Pemerintah kecamatan setempat bahkan tengah menyiapkan konsep paket wisata terpadu.
Wisatawan nantinya bisa menikmati perjalanan lengkap, mulai dari wisata religi di Masjid Samin Baitul Muttaqin, mengenal budaya Samin, melihat proses pembuatan wayang Thengul, hingga menjelajah kawasan hutan dan destinasi alam seperti Watu Jago.
Tak berhenti di situ, inovasi juga disiapkan untuk menarik minat pengunjung. Salah satunya dengan konsep wisata edukasi berbasis lingkungan melalui pemanfaatan limbah kayu menjadi produk kreatif.
Bahkan, rencana event seperti trail run dan penyediaan kendaraan wisata seperti jeep juga tengah disiapkan untuk mendukung pengalaman wisata yang lebih menarik.
Dengan berbagai potensi tersebut, Margomulyo diproyeksikan tidak hanya menjadi jalur perlintasan, tetapi juga destinasi tujuan.
Kehadirannya sebagai gerbang wisata di sisi barat Bojonegoro diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.
(Red)