Bojonegoro – Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di wilayah Bojonegoro pada malam hari ini.
Kepadatan kendaraan terjadi di sejumlah ruas jalan utama, terutama jalur nasional yang menjadi penghubung antar kota.
Volume kendaraan yang tinggi diperparah oleh turunnya gerimis di beberapa titik, sehingga laju kendaraan terpantau melambat.
Pengendara, baik roda dua maupun roda empat, terlihat lebih berhati-hati demi menghindari risiko kecelakaan di tengah kondisi jalan yang licin.
Kepadatan lalu lintas sendiri bukan hal baru dalam periode arus balik ini. Sejak H+2 Lebaran, ruas jalan Bojonegoro–Babat sudah dipadati kendaraan dengan antrean panjang di sejumlah titik seperti Proliman Kapas dan wilayah Baureno.
Selain tingginya volume kendaraan, beberapa faktor lain juga turut memicu perlambatan arus, seperti perlintasan kereta api dan titik simpul pertemuan kendaraan dari berbagai arah.
Pemerintah sebelumnya telah memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026, dengan potensi lonjakan lanjutan hingga akhir Maret.
Hal ini membuat kondisi lalu lintas di malam hari semakin padat, terutama bagi pemudik yang memilih perjalanan setelah siang atau sore hari.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melanjutkan perjalanan.
Dalam kondisi cuaca gerimis, risiko kecelakaan meningkat sehingga kehati-hatian menjadi kunci keselamatan.
Sementara itu, jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan, terutama jika terjadi penumpukan kendaraan di jalur utama.
Red:LNN