Bojonegoro(LNN)– Menanggapi beredarnya pemberitaan terkait dugaan peredaran pupuk subsidi yang dinilai bermasalah, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Distribusi pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Bojonegoro dipastikan masih berjalan aman dan terkendali.
Sejumlah petani yang ditemui menyampaikan bahwa selama ini tidak ada keluhan berarti terkait ketersediaan maupun penyaluran pupuk subsidi. Pupuk tetap dapat diperoleh sesuai kebutuhan, khususnya bagi petani yang telah terdaftar dalam sistem e-RDKK.
Pemerintah juga telah menetapkan alokasi pupuk subsidi yang cukup besar untuk tahun 2026, yakni mencapai 130.177 ton, yang terdiri dari pupuk Urea, NPK, Organik, dan ZA. Jumlah ini bahkan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya sebagai upaya mendukung produktivitas pertanian.
Dengan adanya alokasi tersebut, kebutuhan petani dinilai masih dapat terpenuhi. Selain itu, penyaluran pupuk dilakukan melalui mekanisme resmi dan diawasi agar tepat sasaran.
Beberapa petani menyebutkan bahwa pupuk masih mudah didapat di kios resmi dan tidak mengalami kelangkaan. Hal ini memperkuat bahwa distribusi pupuk subsidi di Bojonegoro secara umum berjalan baik.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta melaporkan jika ditemukan indikasi penyimpangan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Redaksi(LNN)