Lamongan||LNN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menggenjot pembangunan infrastruktur melalui program prioritas Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) Mantap. Pada tahun 2026, tingkat kemantapan jalan ditargetkan mencapai 63,55 persen sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa pelaksanaan program Jamula Mantap saat ini telah memasuki tahap pengerjaan di sejumlah titik. Hal itu disampaikannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di ruas Pelembon–Sukodadi dan Jalan Pahlawan, Rabu (8/4/2026).
Melalui pelaksanaan program Jamula Mantap ini, kami menargetkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lamongan mencapai 63,55 persen,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Secara keseluruhan, terdapat 55 ruas jalan kabupaten dan jalur strategis penghubung antar kecamatan yang menjadi fokus penanganan, dengan total panjang mencapai 35,1 kilometer. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 ruas telah memasuki tahap pengerjaan di lapangan, sementara sisanya masih dalam proses lelang atau tender.
Pemkab Lamongan memastikan pembangunan dilakukan secara bertahap, terukur, dan akuntabel dengan mengedepankan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta sasaran pembangunan. Selain itu, pemeliharaan rutin juga terus dioptimalkan guna menjaga kualitas jalan agar tetap layak dan berkelanjutan.
Sejumlah ruas jalan yang saat ini tengah dikerjakan meliputi Deket–Soko, Mantup–Ayamalas, Plaosan–Pucakwangi, Dumpi–Sukobendu, Gampang–Peti’in, Kedungpring–Sukobendu, Laras–Liris, Laren–Blimbing, Mantup–Sambeng, Menengai–Wates, Merpati, Ngimbang–Sambeng, Pucuk–Sekaran, Sekaran–Laren, hingga Soko–Dagang.
Sementara itu, beberapa ruas lain masih dalam proses tender, di antaranya Dradah–Kedungpring, Veteran, Bluluk–Sukorame, Tikung–Sumberkerep, Dradah–Bluluk, Tanjung–Songowarang, Kendalkemlagi–Latukan, Plembon–Sukodadi, Mojorejo–Jegreg, Sidokumpul–Tanjungmekar, serta Sumberdadi–Sumberkerep.
Pemkab Lamongan juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung kelancaran program ini. Pembangunan infrastruktur jalan dinilai menjadi kunci dalam memperlancar mobilitas, membuka akses wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Partisipasi dan dukungan masyarakat sangat penting agar pembangunan ini berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” pungkasnya.
EDITOR// LNN