Klaten, Jawa Tengah – Suasana malam takbiran yang seharusnya berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di wilayah Srowot, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 22.18 WIB, dilaporkan sempat diwarnai ketegangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, peristiwa bermula saat kegiatan pawai takbiran berlangsung seperti biasa dan diikuti masyarakat dengan antusias. Namun, situasi berubah ketika aparat kepolisian memberikan imbauan dan teguran kepada rombongan peserta pawai.
Informasi yang beredar menyebutkan, teguran tersebut diduga tidak sepenuhnya diterima oleh sebagian peserta. Kondisi tersebut kemudian memicu adu argumen antara peserta pawai, aparat kepolisian, serta beberapa warga yang berada di lokasi.
Ketegangan sempat meningkat hingga terjadi aksi saling dorong. Dalam kejadian tersebut, dilaporkan terdapat beberapa atribut milik petugas yang mengalami kerusakan. Meski demikian, aparat dari berbagai unsur segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengendalikan situasi.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi secara rinci dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian tersebut maupun jumlah pihak yang terlibat. Situasi di lokasi dilaporkan telah kembali kondusif setelah dilakukan penanganan.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat luas, mengingat malam takbiran merupakan momentum yang identik dengan nilai kebersamaan, ketertiban, dan suasana religius dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Sejumlah pihak berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas, dan mengedepankan sikap saling menghormati dalam setiap kegiatan bersama.
Catatan Redaksi:
Informasi dalam berita ini dihimpun dari berbagai sumber yang beredar di lapangan. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.